Limabelas (15) Buku Newsoul

Seperti sebuah sentilan di telinga, sebuah tag dari sahabat saya Fanda tiba kemarin. Limabelas (15 ) buku yang disukai....!? Ya, seperti sentilan bagi saya. Permintaan itu telah menyentakkan saya akan bacaan saya akhir-akhir ini. Sayapun merenung. Merenung lalu menjadi malu pada diri sendiri. Betapa akhir-akhir saya sangat jarang membaca.
Begitulah kenyataannya. Saya sering membeli buku. Biasanya sekali ke toko buku, paling sedikit saya memborong 5-6 buku yang menarik minat saya. Lucunya, entah karena kesibukan saya, mungkin pula karena mood menguap, saya kehilangan selera untuk membaca buku-buku itu. Ada lho, buku yang sudah lebih dari setahun saya beli, sampai sekarang belum sempat saya baca. Sayapun merenung lagi, apa sebabnya.
Ternyata sudah lama hal ini mendera saya. Maka semalaman tadi saya berjuang keras, merenungi apa sebabnya ? akhirnya saya menemukan jawabannya. Hiks, mungkin karena akhir-akhir ini saya lebih suka membaca buku semesta (membaca diri, membaca alam, membaca lingkungan. Ya, berinteraksi dan merenungi adalah membaca bagi saya) jadi jarang membaca buku yang sebenarnya buku (buku yang berupa kumpulan kata-kata dalam sekian puluh atau ratus halaman kertas). Mungkin karena karena interaksi saya dengan kehidupan telah membuat saya tidak lagi suka dengan hal-hal teoritis yang dikonsepkan orang lain lewat buku. Biasanya, bila saya kecewa/kesal dengan apa yang dituliskan orang dalam bukunya, belum selesai saya bacapun buku itu saya lempar. Sekedar ingin tau saya tentang tau apa trend/ide baru dari buku baru, ya saya cari lewat internet. Kadang sekedar baca review yang dituliskan teman-teman seperti review mbak Fanda, bang Iwan, Shinta, atau Anazkia.
Betapa menggenaskannya saya. Saya telah menjadi pragmatis, skeptis, egois, sok tau, atau bodoh entahlah kawan. Saya menjadi malu pada diri saya sendiri. Tapi saya kira saya harus akui ini apa adanya supaya tidak mengada-ada. Maka limabelas buku yang disukai Newsoul, mohon maaf sebagian besar adalah buku lama. Hal yang saya ingat, tentang apa saja buku paling berkesan yang pernah saya baca. Inilah dia :
Begitulah kenyataannya. Saya sering membeli buku. Biasanya sekali ke toko buku, paling sedikit saya memborong 5-6 buku yang menarik minat saya. Lucunya, entah karena kesibukan saya, mungkin pula karena mood menguap, saya kehilangan selera untuk membaca buku-buku itu. Ada lho, buku yang sudah lebih dari setahun saya beli, sampai sekarang belum sempat saya baca. Sayapun merenung lagi, apa sebabnya.
Ternyata sudah lama hal ini mendera saya. Maka semalaman tadi saya berjuang keras, merenungi apa sebabnya ? akhirnya saya menemukan jawabannya. Hiks, mungkin karena akhir-akhir ini saya lebih suka membaca buku semesta (membaca diri, membaca alam, membaca lingkungan. Ya, berinteraksi dan merenungi adalah membaca bagi saya) jadi jarang membaca buku yang sebenarnya buku (buku yang berupa kumpulan kata-kata dalam sekian puluh atau ratus halaman kertas). Mungkin karena karena interaksi saya dengan kehidupan telah membuat saya tidak lagi suka dengan hal-hal teoritis yang dikonsepkan orang lain lewat buku. Biasanya, bila saya kecewa/kesal dengan apa yang dituliskan orang dalam bukunya, belum selesai saya bacapun buku itu saya lempar. Sekedar ingin tau saya tentang tau apa trend/ide baru dari buku baru, ya saya cari lewat internet. Kadang sekedar baca review yang dituliskan teman-teman seperti review mbak Fanda, bang Iwan, Shinta, atau Anazkia.
Betapa menggenaskannya saya. Saya telah menjadi pragmatis, skeptis, egois, sok tau, atau bodoh entahlah kawan. Saya menjadi malu pada diri saya sendiri. Tapi saya kira saya harus akui ini apa adanya supaya tidak mengada-ada. Maka limabelas buku yang disukai Newsoul, mohon maaf sebagian besar adalah buku lama. Hal yang saya ingat, tentang apa saja buku paling berkesan yang pernah saya baca. Inilah dia :
- Komik Gundala (lupa siapa penulisnya)
- Seri Winnetou (Dr.Karl May)
- The Prophet, Mirror of Soul, dll (Kahlil Gibran)
- The Good Earth (Pearl S.Buck), tentu saja saya baca terjemahannya, Bumi yang Subur
- Ayah dan Ibu (Naguib Mahfouz). Hampir semua karya Mahfouz saya sukai
- Si Tolol Gimpel (Isaac Bashevis Singer). Karya yang memenangkan nobel, saya baca terjemahannya.
- Manusia Kamar (Seno Gumira Ajidarma)
- Olenka (Budi Darma)
- Lewat Tengah Malam (Sidney Sheldon)
- Saman, Larung (Ayu Utami). Meski tidak suka dengan konsep kepenulisannya, saya harus jujur akui saya suka plot penuturan dalam karyanya. Entah kenapa mengingatkan saya pada plot penuturan Naguib Mahfouz.
- Hujan Bulan Juni (Sapardi Djoko Damono), hampir terlupa
- La Tahzan (Dr.Aidh Al Qarni)
- Tersenyumlah (Dr Aidh Al Qarni)
- Quantum Ikhlas (Erbe Sentanu), ini pelajaran tiada akhir
- Quantum Tahajud (An.Ubaedy)
Mohon maaf ya Fanda, bila tag ini tidak sesuai dengan harapannya. Saya berterimakasih sekali sudah ditag. Akhirnya saya jadi tau kenapa akhir-akhir ini saya jarang membaca buku, menggenaskan ya.
Demikian sahabat. Dan untuk memanjangkan silaturrahim tag ini, maka saya anugrahkan tag ini kepada sahabat yang lain, yaitu :
Demikian sahabat. Dan untuk memanjangkan silaturrahim tag ini, maka saya anugrahkan tag ini kepada sahabat yang lain, yaitu :
Silahkan direnungkan dan dilaksanakan, bila berkenan. Selamat pagi sahabat. Selamat beraktivitas.
Gambar diambil dari sini
Gambar diambil dari sini
wah..banyak bukunyanya mbk... diantara yg 15 diatas belum satupun yg saya baca.. pinjam dunk satu.. tuh yg komik Gundala.. :D
ReplyDeleteAku senang bahwa tag yg aku berikan bisa membuat mbak Elly merenung. Moga2 setelah ini jadi rajin baca buku lagi ya, mbak! Winnetou, Bumi Yang Subur dan Sidney Sheldon-nya sama nih selera kita. Makasih ya mbak udah menyempatrkan mengerjakan tag ini...
ReplyDeleteWah banyak sekali yaa bukunya....
ReplyDeletesaya baca ini juga jadi merenung.. kenapa yaa malas baca buku
saya biasanya lebih suka buku keagamaan
Hebat !
ReplyDeletepagi-pagi dah ngerjain PR...
Selamat beraktivitas
mari kita sholat dhuha
wah diantara 15 buku itu
ReplyDeleteyg pernah baca dan bener bener baca cuma LA TAHZAN
yg laen gak kenal mba
wah, tagnya dah dikerjain, saya ko belum yah mbak...??? huehehehe... akhirnya, saya jadi tahu, mbak pernah juga baca karya seksi "Saman" pinjem dunk mbak... please...
ReplyDeleteTapi, tulisan mbak Elly lebih "seksi" berbanding yang stensilan.
Sama mbak sayapun lagi sedang tidak mood membaca buku, benar kata mba sayapun hanya membaca diri, membaca alam, membaca lingkungan, padahal buku penting ya untuk panduan.
ReplyDeleteselamat pagi mbak Elly...
@all (Wisata Riau, Fanda, Big Sugeng, Kabasaran, aaSlamDunk, Anazkia, Ateh75, semuanya) terimakasih komentarnya. Ya, seharusnya kita rajin mmebaca ya mbak Fanda, thanks supportnya. Anazkia, hm...na baca dulu deh Saman baru komentar. Saya harus meluruskan neh, Saman atau karya Ayu Utami yang lain jelas bukan karya stensilan. Itu karya sastra. Saman memenangkan hadiah Satra dari Dewan Kesenian Jakarta tahunh 1988. Di luar negeri buku itu juga mendapat apresiasi yang baik. Meski karyanya dikritik, terutama oleh Taufik ismail, saya suka plot penuturan Ayu Utami. Jangan karena ada yang sudah mengkritiknya sebagai X, kita ikut-ikutan menilainya sebagai X. Kalau saya, saya punya sikap sendiri. Jadi, hehe, baca dulu ya, nanti kita diskusi.
ReplyDeletewah.. ada beberapa buku yang belum saya baca mba el..
ReplyDeletehunting di gramed ah..
wah, kok sama yah, aku juga jarang banget baca buku. malah ngga pernah., soalnya aku ngga punya bukunya, klo punya aku rajin baca kok :D
ReplyDeleteWah mbak, bukunya setumpuk
ReplyDeletemeski begitu lembaran banyak yang dibaca
kenapa lebih menggairahkan daripada membaca IPA atau IPS ya?
buku memang jendela dunia..membuka inspirasi dan cakrawala berpikir..buku2nya keren euy,,
ReplyDeletenggak nyangka kalo mbak Elly juga suka sama winnetou :)
ReplyDeletewao....gundala....punyaku hancur kena hujan! sejak NgeBlog jarang baca buku! Paling berkesan novel "Ayat Ayat Cinta" dan "Ketika Cinta Bertasbih"
ReplyDeletembak bukan ga suka membaca, tapi ga sempet baca mungkin..kalo saya agak parah penyakitnya, ga suka membaca,hehe..tema postingan kita hampir sama mbak :)
ReplyDelete@all (Syifa, Nyun, Itik Bali, Henny. Nuansa Pena, Zahra, semua) terimakasih komentarnya. Ya, baca buku kadang malas ya, apalagi baca buku pelajaran, ya kan Tik. Ya, winnetou saya demen Hen, hehe.
ReplyDeleteWah...saya justru kurang suka baca buku nih, susah memang kalau tidak terbiasa...
ReplyDeleteBacaan yang mantap banget mbak..
ReplyDeletetdak ada satupun yang saya miliki.
Baru inget, saya belum sempat posting Tag ini.
membaca amalan mulia...tapi saya cepat pening kalau baca buku tebal2 hehe
ReplyDeleteSaya suka membaca tapi jarang beli buku yang saya ingin punya. Lebih sering saya beli buku yang "harus" saya punya. Semoga saya juga bisa suatu saat nanti.
ReplyDeletewahh banyak banget buk koleksi bacaannya.. :)
ReplyDeletekasih tips donk bukk..
supaya hoby baca :)
wah, bukunya kelas berat nih.saya blm bikin peer ini lho. hikkk jadi malu.
ReplyDeleteMbak..., aku kalah cepat nih kerjain tugas yang ini. hehehe...
ReplyDeletewahhh,aku yakin daftar buku yg sudah mba baca banyak seklaio ya ...:)
ReplyDeletemaaf baru berkunjung mba :)
@Noor, akhir-akhir ini saya juga begitu
ReplyDelete@Stiawan, ayo bang cepat dibuat tagnya
@Hendriawanz, siip
@Cupu Kisruh, Nah lho. kan saya bilang akhir-akhir ini lagi malas baca buku, kok minta tips supaya hoby baca. Pasti gak baca langsung komeng, hehe
@Fanny, ayo mbak dibikin pe-ernya
@Reni, Ayo cepet mbak
@SeNja, banyak dulu, sekarang lagi malas, hiks.
waaah banyak juga yaa bukunya, saya belum punya tuh... saya tertarik sama yang judulnya La Tahzan.... jangan lupa pinjemin yaaa....
ReplyDeletesalam kenal... sukses selalu n tetap semangat
Oooh... hahaha... Baiklah, saya terima tag-nya :)
ReplyDeleteAwww... saya juga baca yg nomor2: 1,2,3,4,9 dan 11! Yaiiy! ^^
duh, diriku malahan seringnya ngoleksi, tapi jarang juga mbaca mbak... :-)
ReplyDeletedan ternyata suka komik gundala juga ya... :-)
Yang la Tahzan sayah juga suka Mbak... :-)
ReplyDeleteWAh, Bu dapat tag ini juga ya? Saya juga baru mengerjakan.. Hehehe,semangat untuk terus membaca!
ReplyDeletewah mbak fanda bagi-bagi sentilan nih saya kena juga dari kada iwan
ReplyDeleteuntung saya baru bisa koleksi 3 buku. jadi ga nominator di tagnya,,,
ReplyDeletehmmm, ilmu semua tuh 15 buku?? salut deh
terima kasih tag-nya, mbak Elly. Maaf baru bisa mampir, inipun dibarengi maaf kedua, tugasnya ditunda dulu, maklum sedang menghadapi pekerjaan yang tak dapat ditunda. Insya Allah, nanti dikasih tahu bila sudah kelar.
ReplyDeletehehe ... jadi tersipu, ada sedikitnya tiga buku baru yang belum sempat saya baca. Mungkin benar, ya mbak, semakin bertambah usia kita, bacaan kita beralih pada bacaan bumi, bacaan langit, bacaan pribadi dan semesta, bacaan nonverbal.
Aaaah ... memang banyak yang harus kita baca